Tuesday, 15 August 2017





Love in a matter of time



Sore itu menjadi sore yang sejuk untukku , aku berjalan jalan di taman menikmati suasana di sekitar taman itu . Aku sering kali berjalan santai setiap sore menikmati, hamparan angin yang sejuk, pemandangan dengan bunga bunga di setiap jalan yang ku lalui . ya! Ini lah aku, aku memang berbeda dengan pria lain nya, jika saja pria lain lebih suka dengan Suasana yang ramai dengan perkumpulan para teman teman nya dan menghabiskan waktu bersama teman temannya.




Jelas berbeda dengan ku ,
Aku lebih suka menghabiskan waktu ditaman ini, berjalan jalan menikmati suasana dan hamparan angin yang sejuk disini. entah tempat ini begitu , terasa nyaman bagiku , tempat ini terasa hening dan tenang bagiku. ya, jelas jelas sangat tenang disini .
Aku terus menyusuri jalanan taman itu hingga aku sampai di tempat tujuan ku , tempat dimana aku menenangkan fikiran ku dan menikmati suasana sore itu dan menghabiskan nya sendiri.




Aku berjalan berjalan dan terus berjalan hingga ku temukan seorang gadis sedang duduk dengan tenang disitu, rambutnya tergerai panjang dengan jepit rambut yang berbentuk bunga tepat di belakang rambut nya . rambut nya , terjepit dengan rapih rambutnya yang lurus dan panjang . hey siapa gadis itu aku baru melihat nya disini. sejak kemarin tak ku temukan seorang gadis disini.



Aku menghampiri , dan duduk disamping nya.  


‘’ apa aku menganggumu ? ‘’


Entah pertanyaan macam apa itu, aku melontarkan pertanyaan bodoh itu . yang mungkin saja ia takkan memperdulikan pertanyaan bodoh ku itu. Tapi dugaan ku salah, ia menjawab pertanyaan ku dengan lembut.



‘’ ah, tidak sama sekali . ‘’ dia tersenyum hanya saja tatapan nya terus menatap , kearah depan . focus dan tetap pada pandangan nya . apa yang membuat nya focus , didepan hanya ada kolam ikan dan bunga bunga , cantik disekitar kolam itu . apakah ia begitu tertatik dengan pemandangan semacam itu? Hingga tatapan nya terus terfokus pada satu titik.




Gadis ini begitu cantik ,
dengan mata nya yang sipit , bibir nya yang mungil , pipi nya yang chubby, rambut panjang nya terurai dengan sangat lurus , dan senyum nya yang manis . aku tidak pernah tahu siapa gadis ini, aku baru saja melihatnya saat ini . apa ia sedang ada masalah hingga ia datang kesini dan menyendiri ? ah , tidak mungkin fikirku. gadis secantik ia , pasti mempunyai hidup yang sangat berwarna. penuh dengan kebahagiaan, pria mana pun akan terpesona saat melihat nya.



aku memandangi nya terus menerus , entah mengapa tetapi entah mengapa wajah nya, mampu membuat keadaan ku semakin terasa tenang,  saat melihatnya.
Dengan nada nya yang lembut , gadis itu bertanya kembali padaku dan berbalik pandangan dan menatapku . lamunan ku saat menatap nya seketika buyar, saat ia menatap ku dengan senyuman nya itu.



‘’ di sore hari seperti ini , apa yang kau lakukan disini? ‘’


Aku hanya diam menatap nya lagi lagi ia bertanya dan membuat lamunan ku buyar.


‘’ hey ? mengapa diam . ‘’


Entah aku rasa gadis itu memang sangat ingin tahu, alasan ku berada disini sore hari. ya , sudah kuduga gadis mana pun akan bertanya apa yang akan di lakukan oleh pria disore hari seperti ini di taman ini . pria lain mungkin, akan menghabiskan banyak waktu nya bersama teman teman nya . tetapi aku berbeda, aku menghabiskan waktu ku di taman.



‘’ setiap sore hari aku selalu duduk disini , dan menikmati suasana ditaman ini . ‘’ ujar ku padanya.



Dia tertawa kecil padaku , dan menatapku dengan senyuman nya itu lagi . entah apa yang membuat ia tertawa seperti itu , apakah itu begitu lucu baginya? saat melihat pria menghabiskan waktu nya , ditaman sendirian.



‘’ apanya yang lucu ? mengapa kau tertawa ? ‘’



‘’ hehe , tak ada . aku hanya berfikir apa yang akan dilakukan seorang pria ketika di sore hari , ketika ia ditaman . biasanya pria lain akan pergi bersama teman teman nya , menghabiskan waktu bersama teman teman nya . hingga larut malam . terus melakukan hal itu hingga ia merasa sangat puas dan senang . hingga akhirnya, aku menemukan seorang pria disini terduduk disamping ku dan berkata ‘ apakah aku menganggumu’ hehe, maaf bukan maksud ku menghina atau mengejek mu . aku hanya heran saja ‘’



Senyum nya yang manis itu , wajah nya itu . tak mampu membuat ku marah saat ia mengejek ku seperti itu . aku tahu , ia memang tidak bermaksud mengejek dan aku fahami mengapa rasa heran itu ada dalam benak nya.


‘’ hey , apa perkataan ku membuat mu tersinggung? Maafkan aku. Aku tidak bermaksud .. ‘’


Wajah nya yang merasa bersalah membuat aku ingin tertawa . wajah itu sangat lugu saat ia ketakutan dan merasa bersalah seperti itu, 
gadis ini .. entah mengapa mampu membuat senyum ku seketika terukir . yang jelas saja, aku tak mengenal nya.



‘’ hey , apa kau sering kesini ? aku rasa aku baru melihat mu ‘’ tanyaku. aku mengabaikan pertanyaan yang tadi karena menurutku itu memang tak seharus nya dibahas . lagi pula, aku tidak tersinggung sedikitpun akan ucapannya.


‘’ tidak , aku baru hari ini datang kesini. Entah rasanya disini mampu membuat suasana hatiku tenang, aku menyukai tempat ini . ‘’


Pandangan nya yang tadi menatap ku kini kembali focus kedepan, posisi duduk nya yang sejak tadi miring kini kembali seperti awal . ia kembali , menatap kolam ikan itu. fokus nya kembali dengan objek yang berada di hadapan nya.




‘’ apa kau sering mengunjungi tempat ini? ‘’  Tanya nya.


‘’ iyah , setiap sore aku ada disini . duduk dan menikmati suasana yang tenang . entah mengapa disini, mampu membuat keadaan hati yang begitu tidak baik menjadi baik. Sebab itu , aku sering kali menghabiskan waktu ku disini . ‘’


‘’ mengapa kau memilih menghabiskan waktu mu disini? Dibanding bersama teman teman mu? ‘’


‘’ entah lah, aku memang sangat berbeda dengan pria lainnya. Ketika pria lain lebih suka berkumpul dengan teman teman nya, menghabiskan waktu nya, hingga kadang menghabiskan uang nya hanya untuk pergi ketempat yang mereka anggap, mampu membuat mereka merasa lupa akan masalahnya . tetapi tidak dengan ku, aku lebih suka menghabiskan waktu sendiri menikmati nya sendiri, dan kurasa itu lebih baik … ‘’


Gadis itu hanya tersenyum mendengar setiap tutur kata yang ku lontarkan padanya, aku tahu ia memahami nya. Hanya saja, karena kami baru saja bertemu ia hanya menjadi pendengar mungkin jika aku sudah lebih dekat dengan nya ia akan menjadi penenang. 



‘’ boleh aku tau namamu? ‘’ Tanya ku

Ia tersenyum dan menjawab ..

‘’ namaku kirei ‘’

‘’ ah nama yang bagus, cantik sepertimu ‘’

‘’ terimakasih , siapa namamu? ‘’

Kini kirei , bertanya kembali padaku membuat aku langsung menjawab pertanyaan nya .

‘’ namaku , Davino panggil saja vino ‘’

‘’ nama yang bagus, semoga kita bisa terus berteman ya vino ‘’

Ungkapan itu membuat aku terkejut, kini aku dan kirei berteman. Dan aku senang mendengar itu ,

‘’ vino , apa kau menggunakan jam? ‘’

‘’ memang nya ada apa kirei? ‘’

‘’ aku harus pulang. Tepat pukul 17.00 ‘’



Aku melihat jam yang melingkar pada pergelangan ku, dan tepat jam itu menunjukan pukul 17.00 berarti, itu tanda nya ia harus berpisah dengan kirei. Entah mengapa terasa berat, meski ia baru mengenal nya tetapi rasanya berat ketika kirei harus pergi darinya.


‘’ vino ? ‘’

Panggilan itu, membuyarkan ku dari lamunan ku. Kirei memanggil ku lagi untuk memastikan, apakah jam sudah menunjukan pukul 17.00 atau belum.


‘’ sudah jam berapa ? ‘’

‘’ kirei, ini sudah jam 17.00 ‘’

‘’ baiklah kalau begitu, vino terimakasih sudah menemani ku disini . salam kenal , semoga aku bisa menemui mu kembali. ‘’ senyumnya .
Gadis itu kini beranjak dari tempat duduk nya dan pergi hingga akhirnya, seseorang menghampiri nya . percakapan itu jelas ku dengar karena jarak tempat duduk ku dan keberadaan kirei belum jauh.


‘’ non ? udah mau pulang ‘’ Tanya seorang laki laki paruh baya itu.

‘’ iya pak , saya mau pulang ‘’

‘’ baik non kalo begitu ‘’




Kirei melangkah pergi dan masuk kedalam mobil nya, ya aku rasa tadi kirei dijemput oleh supirnya. Mobil itu kini sudah berjalan hingga akhirnya sudah tak terlihat lagi, entah mengapa aku masih tersenyum hingga kirei pergi.
Kita memang , baru saja bertemu tapi entah mengapa pertemuan yang sesingkat itu mampu membuat senyum pada wajahku.


‘’ kirei semoga aku bisa bertemu dengan mu lagi ‘’ batinku.




********



Sore itu kembali menyapa, aku tepat berdiri didepan cermin ku. Entah, sebenarnya untuk apa aku berpakaian rapi seperti ini, aku masih mematung didepan cerminku dengan sisir yangs sejak tadi ku gunakan untuk, merapihkan rambut. Ku letakkan sisir itu dan ku ambil parfum, aku semprotkan di seluruh bagian baju ku. hingga semua parfum  nya mengenai baju ku. Sore ini aku siap,



Iya siap untuk bertemu, kirei . gadis cantik yang ku temui sore kemarin. Aku bergegas menuju keluar rumah ku gapai kunci motor yang berada diatas lemari, dan aku pun segera bergegas menuju taman itu. 


‘’ kirei aku datang ‘’ .



Selama perjalanan menuju taman, aku membayangkan wajah cantik gadis itu. Rambut nya yang selalu tergerai, dengan jepitan yang menghiasi rambutnya membuat nya semakin terlihat cantik.


Sudah beberapa menit aku dalam perjalanan akhirnya aku sampai ditempat tujuan ku, entah mengapa tetapi yang ku ketahui biasa nya aku hanya berjalanan kaki dari rumah menuju taman ini dan aku hanya berpakaian santai layaknya ingin berolahraga, tetapi kini aku datang dengan menggunakan motor dan berpakaian rapih seperti ini. Entah ada apa denganku. Tetapi yang ku tahu, aku sangat bahagia karena aku tahu aku akan menemui gadis cantik itu. Iya , kirei. Aku akan menemuinya kembali.


Aku berjalan menyusuri tempat, biasa yang ku datangi.


Pandangan ku tak salah bukan? Aku mendapati, seorang perempuan duduk dengan gaun yang cantik . rambutnya yang terurai panjang dan menggunakan jepit bunga di bagian belakang rambutnya. Pipi nya yang chubby, senyumnya yang begitu tenang saat aku melihatnya . 
ya , itu kirei aku mendapati nya sedang terduduk diam sendiri disitu.
Aku menghampiri nya dan duduk disebelah nya, tanpa permisi aku langsung duduk tepat di samping nya. Aku tau, kirei pun pasti menyadari ku disini.



Gadis itu menengok kearah ku, tapi entah mengapa ia memberikan sambutan wajah yang aneh padaku. Seperti orang yang baru pertama kali ditemui . padahal, aku dan kirei pun tahu ini adalah kali kedua kami bertemu di tempat ini.


‘’ hey, siapa kau? ‘’


Pertanyaan macam apa itu, kirei melontarkan pertanyaan itu padaku? Mengapa? Bukan kah sudah kedua kali nya kami bertemu. Tetapi, mengapa kirei menatap ku dengan raut wajah aneh dan pertanyaan yang tak masuk akal seperti itu? Apa ia lupa padaku? Mana mungkin bisa lupa, kita hanya tidak bertemu dalam beberapa jam dan kini ia menanyakan padaku siapa aku?


   Kirei, kau melupakan aku?

‘’ kirei? kau tak ingat padaku? ‘’


‘’ siapa? Apakah kita pernah bertemu dan berbicara sebelumnya?’’


Kau tak mengenalku? Bahkan suara ku tak kau ingat. Entah rasanya apa yang ada pada hatiku, mengapa ia lupa padaku. Entah mengapa rasanya sakit dilupakan seperti itu? Aku menguatkan diri ku. Kirei kita memang baru bertemu dan kini kita bertemu kembali pada waktu dan tempat yang sama , tetapi mengapa secepat itu kau lupa padaku. Kurasakan panas pada mataku, ternyata air mata sudah membendungi kelopak mataku. Aku menangis karena hal ini? Entahhlah, tetapi memang ini rasanya begitu menyakitkan.



Aku mencoba melupakan nya, aku akan beranjak pergi. Mungkin kirei benar benar lupa padaku ..


‘’ kurasa, kau tak mengenalku. Maaf aku sudah menganggu waktumu aku pergi ‘’


Aku beranjak dari tempat duduk ku tetapi panggilan lembut itu, menghentikan langkah ku untuk pergi . ia memanggil namaku?


‘’ Davino? ‘’


‘’ kau kah itu? Benar kau davino? ‘’



Kurasakan tatapan kirei masih menatapku, meski posisi ku dan kirei tak saling berhadapan . aku membelakangi kirei tetapi aku tahu bahwa gadis itu kini sedang menatapku, aku bisa merasakannya.


‘’ Davino? ‘’


Suara lembut itu memanggilku kembali, seperti pertanda bahwa panggilan itu menyuruh ku untuk kembali duduk disamping nya. Meski nyata nya ia tak mengatakan nya padaku.


‘’ kau darimana, aku menunggu mu sejak tadi?’’


Ia menungguku? Ia menungguku sejak tadi, tetapi mengapa ia tidak mengenal ku tadi. Apakah itu hanya lelucon darinya untukku? Berpura pura tidak mengenalku, dan menanyakan siapa padaku? Entah, aku tidak tahu pasti tetapi suara lembut itu membuat ku mengurungkan niatku, untuk pergi.



Aku kembali duduk dan menatap nya, kini gadis itu menatapku dengan senyuman nya. Aku rasakan wajah senang itu ketika ia tahu bahwa, aku sudah berada disini.



‘’ davino, akhirnya kau datang . aku menunggu mu sejak tadi disini aku sangat senang kau sudah datang ‘’


Senyum itu meluluhkan ku, rasa amarah ku hilang saat aku melihat senyuman nya . lagi lagi wanita itu mampu, membuat ku tenang hanya dengan senyuman nya.



‘’ kirei , maaf membuat mu menunggu. Bahkan, aku tidak tahu jika sebenarnya kau sedang menunggu ku disini .. ‘’



‘’ bahkan aku sempat berfikir aku tidak akan menemukan mu disini kirei ‘’


‘’ tetapi ternyata kau menungguku disini, dan aku sangat senang kirei kau menunggu ku‘’


Aku mengatakan padanya betapa bahagia nya aku ketika, bertemu dengan nya . aku berfikir aku tidak akan menemukan gadis ini. Tetapi waktu lain ia berkata bahwa aku dapat bertemu dengan nya bahkan ia menunggu ku disini.


‘’ aku menunggu mu vino , aku pun berfikir kau tidak akan menemuiku sore ini. ‘’


‘’ tetapi maafkan aku karena , aku sempat tidak mengenalmu tadi. Aku benar benar minta maaf ‘’



Ada apa dengan nya? Mengapa meminta maaf berulang kali padaku. Bahkan ia menangis kirei menangis hanya karena hal ini? Hanya karena ia sempat lupa padaku tadi? Mengapa hal ini begitu sedih untuknya? Ada apa kirei.
Air mata itu menghalangi, wajah cantik nya. Dan aku tidak tega harus melihatnya menangis karena hal ini. Ia tidak bersalah dan untuk apa ia menangis begitu menyesak?



‘’ kirei, ‘’


Aku mendekatkan diriku padanya, membawa gadis itu kedalam pelukan ku. Aku mencoba menenangkannya, entah mengapa rasanya tidak tega melihatnya seperti itu. Aku merasa terluka ketika melihatnya menangis.


‘’ maafkan aku vino ‘’


‘’ kirei, apa yang kau sesali apa yang membuat mu menangis? ‘’


‘’ maafkan aku, begitu bodoh nya aku ketika aku tak mampu mengenali mu dan justru malah bertanya siapa padamu ‘’


‘’ kirei, calm down baby. This isn't a big deal. I’m here kirei ‘’


Kirei hanya terus menangis dalam pelukan ku, entah apa yang membuat gadis itu sangat menyesal hingga menangis hanya karena ia tak mengenaliku tadi? Dan ia menangis seperti itu.


Kirei terlarut dalam tangisan nya, pelukan ku semakin erat pada gadis itu. Wajah gadis itu begitu sangat sedih saat ku pandang. Kirei jika ini, masalah karena kau tidak mengenaliku lupakan. Ini bukan sesuatu yang menyakitkan bagiku. Berhentilah menangis kirei.


‘’ vino? ‘’ panggilan lembut itu menyadarkanku


Kirei kini sudah tenang, aku melepaskan pelukan ku dari nya. Tetapi entah mengapa wajah sedih itu masih terukir pada nya. Apa yang masih terfikirkan dalam benaknya? Hingga gadis itu masih sangat bersedih.


‘’ vino ‘’


‘’ ada apa kirei? ‘’


‘’ kirei jika kau masih bersedih karena , kau lupa padaku tadi lupakan saja. Aku tak apa lagi pula itu bukan masalah besar untukku ‘’


‘’ bukan itu hanya saja …… ‘’



Kirei tertunduk dan terdiam, seperti ada yang ingin ia katakan tetapi mengapa rasanya sangat sulit di lontarkan oleh gadis itu. Ia seperti mempersiapkan waktu untuk berbicara padaku, lagi lagi air mata terjatuh, Hingga akhirnya tangisan itu terpecah ketika kirei mengatakan ..




‘’ vino , aku Buta ! … ‘’





Pernyataan apa ini? Kirei mengatakan bahwa dirinya buta? Tak sedikitpun tatapan ku lepas darinya. Aku terus menatapnya dan menatapnya.



‘’ sebab itu aku, tak mengenal mu tadi ‘’


‘’ aku tidak bisa melihat bagaimana dirimu vino ‘’


‘’ bagaimana senyum mu ‘’


‘’ bagaimana wajahmu ‘’


‘’ aku tak bisa melihat mu vino ‘’





Kalimat kalimat itu membuat ku tercengang, sekaligus tak percaya. Ternyata gadis yang kemarin ia temui dan gadis yang saat ini tepat berada didepan nya adalah gadis buta yang tak mampu melihat nya. Tak mampu melihat apapun disekelilingnya? Dan sebab itu, saat kemarin aku menemui dia untuk pertama kali nya. Tatapan ia tak pernah lepas dari satu titik dan hanya terfokus, pada satu arah. Sebab itu ia tak mengenalku, dan memastikan bahwa aku vino atau bukan. Sebab itu ia bertanya aku siapa?



Gadis itu kini menangis histeris, menganggap bahwa kekurangan dirinya adalah sesuatu yang benar benar membuatnya kehilangan segala nya. Hingga ia, tak mampu melihat apapun bahkan,orang yang ia sukai sekalipun.



‘’ aku tidak berguna vino, ‘’


‘’ aku tidak mampu melihat sekelilingku ‘’


‘’ bahkan aku tak mampu melihatmu vino ‘’



Lalu bagaimana ia bisa mengetahui aku, saat aku hendak pergi tadi . vino berfikir itu dalam benaknya dan tepat sekali, kirei menjawab pertanyaan yang berada dalam benak nya itu.



‘’ awal nya aku ragu itu adalah kamu vino, saat kau duduk disampingku. Aku mulai takut kau adalah orang jahat yang akan mengangguku. Aku memastikan hingga aku bertanya siapa padamu. Hingga akhirnya kau ingin pergi meninggalkan ku ketika kau tahu bahwa aku malah bertanya pertanyaan bodoh itu padamu . andai saja penglihatan ku sempurna, aku rasa aku tak perlu bertanya terlebih dahulu itu kau atau bukan. Kekurangan ini membuat ku sulit untuk mengenali keadaan sekitarku bahkan sulit mengenali seseorang yang aku sukai vino …. ‘’



Tangisan itu semakin pecah, ia terus menangis karena menyesal akan kekurangan yang ia miliki .. Hingga kalimat terakhir yang ia katakan cukup membuat ku terluka dan ingin rasanya menangis karena harus mendengar nya bicara seperti itu padaku ..



‘’ I'm not perfect! forgive me, now you can go vino ………… ‘’


Seperti kalimat perpisahan, kalimat macam apa itu? Mengapa menyakitkan sekali, dan membuat ku terasa menusuk.



‘’ what happened dear? ‘’ batinku berbicara berulang kali.
Memastikan apa yang kirei katakan hanya kalimat kebohongan semata, ternyata tidak kirei kembali lagi berbicara padaku dan menyuruh ku pergi.




‘’ Go I don’t want you here vino! you already know, that I'm blind so go away from me! get out of my life davino …. ‘’

Apa yang dikatakan nya? Kirei mengapa seperti ini. Apa kau takut aku akan menghina mu atau bahkan menyakitimu karena aku sudah tau kenyataan nya bahwa kau buta? Kirei ,




Tangis ku mulai pecah rasa menyesak akibat ucapan kirei tak dapat ku tahan, meski hanya baru 2 hari kita bertemu entah mengapa hati ini sudah jatuh, kepadamu kirei.



Aku mencoba menenangkan hatiku, dan meyakini kirei bahwa aku takkan pergi sekalipun aku tahu ia buta . aku tak perduli akan hal ini, aku tak perduli.


‘’ Honey, listen to me I don’t care about your shortcomings, I don’t care even though you are blind! which I know I want to, take care of you now kirei , I love you. ‘’



‘’ memang ini singkat untuk dikatakan, pertemuan kita yang baru saja 2 hari tidak mampu menguatkan alasan ku jika aku mencintaimu, menyayangimu. Tetapi tolong beri aku waktu, beri aku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku menyangimu kirei. Aku ingin menjaga mu, aku ingin kau ada dalam kehidupan ku kirei, ‘’




Tangis ku semakin pecah, air mata semakin mengalir. Aku terus menatap gadis itu dengan air mata yang bersimpah, aku tak perduli dengan apa yang sekarang sudah ku ketahui tentang kirei, yang aku tahu aku menyayangi nya dan ingin menjaga nya.



‘’ kirei izinkan aku menjaga mu .. ‘’


‘’ aku tidak perduli, akan kebutaan mu kekurangan mu dan segala hal kekurangan milikmu.aku hanya ingin menjaga mu kirei aku hanya ingin berada didekatmu kirei… ‘’



Pria itu kini, memohon pada nya berharap kirei akan mengizinkan vino untuk tetap tinggal bersama nya.
Kirei hanya diam dan diam, tangisnya masih terdengar meski tak begitu menyesak ..



‘’ kirei ? ‘’
Panggilan lembut itu, berulang kali memanggil gadis itu. Tetapi kirei tetap dalam lamunan nya entah apa yang ada didalam, benak gadis itu. Vino hanya mampu menunggu dan menunggu berharap kirei akan segera menjawab pertanyaan nya.



‘’ vino … ‘’
Gadis itu kini berbicara setelah sejak tadi terdiam dan terdiam.



‘’ vino , apa kau akan tetap menerima ku? Meski kau tahu aku buta dan tak akan pernah bisa melihat bagaimana wajah mu vino? ‘’


‘’ kirei sudah ku katakan, aku akan tetap menerima mu apapun kekurangan yang ada dalam pada dirimu kirei ‘’


‘’ bagaimana aku bisa yakin kau tidak akan meninggalkan aku vino?’’
Suara yang tadi terdengar lembut, kini terdengar sedikit meninggi. Aku mampu memahami keraguan pada diri kirei. Hingga ia mengatakan hal itu dengan nada yang tinggi seperti itu padaku.



‘’ kirei, jika aku menyakitimu. Aku mungkin akan pergi ketika kau mengatakan bahwa kau buta aku akan menjauhi mu. Entah bagaimana aku membuktikan nya kirei … aku takut kau akan tetap ragu padaku meski sudah ku buktikan ‘’



Vino tak tahu apa yang akan ia lakukan saat ini, ia tahu gadis yang ada dihadapannya saat ini , pasti akan tetap ragu padanya meski, bukti apapun yang akan ia tunjukan pada kirei.


‘’ kau inginkan aku membuktikan apa padamu kirei ‘’


‘’ aku bingung apa yang harus lakukan untuk membuktikan nya ‘’
Kirei hanya terdiam dan terdiam. Terus terdiam air mata yang mengalir menjadi saksi , kehancuran nya saat ini. Kenyataan yang belum mampu ia terima hingga saat ini membuat nya menjadi gadis yang takut untuk membuka hati nya .



Kirei terus menangis, isakan yang begitu kencang saat ku dengar membuat ku tak tega melihat gadis itu begitu terluka.
Baru saja, vino ingin memeluknya kirei beranjak dari tempat duduk nya dan melangkah untuk pergi tetapi , dengan sigap aku langsung mendapati tangan nya. aku menggenggam nya menahan nya untuk tidak pergi.




Gadis itu kini membelakangi ku, aku yang sejak tadi terduduk akhirnya beranjak dari tempat tidurku, aku tak perduli lagi apa yang akan ia lakukan nanti tetapi aku mencoba perlahan memeluknya. Aku melingkarkan kedua tangan pada pinggang nya, ya aku memeluk nya dari belakang. Menenangkannya, kirei mencoba untuk melepas nya tetapi aku menahan nya. Entah mengapa aku tak ingin gadis itu pergi dariku. aku menahan nya sebisa ku hingga akhirnya kirei terdiam dan membiarkan pelukan ku padanya.




Tangisan itu mulai mereda, ia sudah tak lagi menangis dengan kencang seperti tadi. Ia mulai kembali tenang.
Ia melepas pelukan ku, namun aku tetap menahan nya. Tangisan nya memang sudah reda hanya saja aku ingin tetap memeluknya takkan ku biarkan ia pergi dariku . hingga akhirnya, panggilan lembut itu menyadarkan aku dan berkata ..



‘’ vino tolong lepaskan pelukan mu ‘’


‘’ kirei ada apa? Aku ingin tetap memelukmu, aku takkan membiarkan mu pergi dariku kirei ‘’


‘’ vino, lepas lah ‘’


Tangan kirei mencoba melepaskan pelukan nya, aku tau gadis itu kini sedang berusaha menjauhi ku. Hingga akhirnya aku melepaskan pelukan ku darinya.
Apa yang akan dilakukan gadis itu?
Ia akan benar benar pergi dariku? takkan lagi menemuiku?




Kesabaran davino hilang hingga akhirnya ia berkata..


‘’ Kirei aku mencintaimu, meski hanya hitungan waktu.
Hanya hitungan hari aku mencintaimu kirei? Lalu kau tak mampu mempercayai nya? Ya! Memang itu terlihat aneh, bahkan konyol untukmu! Bahkan untuk orang lain pun ini hanya kekonyolan yang bodoh, Hingga kau pun tak mampu mempercayai ucapanku . cinta dalam hitungan waktu? Siapa yang akan percaya hal itu akan terjadi? Takkan ada yang percaya. Orang lain pun akan mengatakan bahwa itu hanya kalimat, bullshit semata. Hanya rekayasa. ‘’



Emosi, rasa kesal, dan kecewa ku meluap pada nya. Nada bicara yang semakin tinggi dilontarkan oleh vino. Gadis itu, mampu membuatnya merasa kehilangan segala nya.



‘’ aku mencintai sosok wanita yang baru saja ku temui? Dan mengatakan aku tak ingin kau pergi. Mengatakan bahwa aku mencintaimu menyayangimu, bodoh nya aku mengeluarkan kata kata tak layak seperti itu, tak seharusnya aku mempunyai perasaan ini padamu kirei. Maafkan aku, ‘’


Air mata yang sempat berhenti, kini terpecah kembali pernyataan davino, dan segala isi hatinya membuat kirei pun terluka. Kirei pun tahu vino takkan menyakiti nya tetapi entah mengapa, rasa percaya itu seakan tak begitu kuat pada dirinya. Hingga ia, masih saja meragukan hati vino perasaan vino padanya.


Kirei menangis, ia pun tak ingin vino pergi darinya. Ia melakukan itu pun hanya ingin membuktikan, apa yang akan pria itu lakukan ketika dirinya pergi menjauh dari nya. Kirei mampu merasakan ketulusan pada davino. Pria yang tak ia kenal wajah nya itu, mampu membuat kirei pun jatuh hati nya padanya.




Benar apa yang dikatakan vino padanya, bahwa cinta mereka adalah cinta dalam hitungan waktu. Yang tak memerlukan waktu banyak untuk saling jatuh cinta. Kirei kini sudah yakin bahwa davino akan menyayangi nya setulus hati. Ia percaya akan cinta yang davino miliki, padanya.



‘’ davino ‘’

Tubuh gadis itu kini berbalik arah padanya. Tetap saja pandangan hitam dan tak bercahaya. Tak ada apapun yang terlihat bahkan wajah davino sekalipun. Ia mencoba meraba wajah davino dengan tangan nya, ia mencari sosok wajah yang mencintainya.



Davino mendekatkan dirinya pada kirei, davino tersenyum. Ia bahagia melihat kirei menyebut namanya kembali, menatapnya kembali.



‘’ davino , maafkan aku. Aku tak bermaksud untuk menyakiti dengan sikapku tadi. Aku hanya ragu, aku hanya takut semua kata kata mu hanya kebohongan belaka. Tetapi, kini aku yakin padamu davino aku yakin, kau tulus mencintaiku davino. Aku ingin bersamamu davino. Aku ingin kau disini, tetap disini menjagaku ‘’



Davino tersenyum bahagia, kalimat demi kalimat yang dikeluarkan oleh kirei membuat davino merasa bahagia. Cinta nya pada gadis itu kini terbalaskan. Kirei, meminta nya untuk tetap bersama nya, menjaga nya dan davino bahagia.



‘’ kirei, maafkan aku karena aku telah kasar kepadamu aku hanya sedang emosi aku ….. ‘’
Ucapan nya davino terpotong, tangan kirei menutup mulutnya yang akan berbicara kirei pun berbicara pada davino.



‘’ vino, tidak usah merasa bersalah aku tahu kau sangat kesal kau marah kau kecewa dengan ku karena, sikap ku. aku dapat memahami nya davino. Aku tidak apa apa ‘’ senyum nya



Senyuman gadis itu, menghangatkan nya. Vino tersenyum padanya ia tahu meski gadis itu tak mampu menatap senyum nya pada nya tetapi davino tahu bahwa, kirei mampu merasakan senyuman yang davino berikan untuknya.


Vino membawa gadis itu kedalam pelukannya, kini ia bahagia karena gadis yang ia cintai, berada kembali dalam pelukan nya. Kini ia bisa memilikinya.



‘’ vino? ‘’

Davino tidak melepas pelukan nya ia tetap memeluk kirei dan hanya menengokkan kepala nya kepada kirei.


‘’ ada apa kirei? ‘’


‘’ kau akan selalu disini bersama ku kan? ‘’


‘’ kau akan tetap tinggal bersama ku kan? ‘’


Davino tidak merasa kesal ketika gadis itu bertanya padanya justru, ia senang ketika kirei bertanya itu padanya. Karena davino merasa, bahwa kirei sangat takut kehilangan davino.



‘’ kirei ? kau percaya padaku kan bahwa aku akan selalu bersamamu, menjaga mu. Dan takkan pernah pergi darimu? ‘’



‘’ aku akan disini terus bersamamu kirei takkan pernah berfikir untuk pergi meninggalkan mu ‘’ Senyum davino untuknya begitu meyakinkan gadis itu meski lagi dan lagi ia tahu, bahwa gadis itu takkan mampu melihat senyum yang ia berikan untuk kirei.



‘’ sekalipun, kau tahu bahwa aku buta? ‘’

Sekilas pertanyaan itu membuat senyum itu terhancurkan hanya dengan satu pertanyaan, hatinya tertusuk kembali saat gadis yang ia cintai menanyakan hal itu kembali padanya.
Bukan tidak ingin menjawab nya, davino hanya tak ingin melihat gadis itu semakin terluka dan terluka. Davino tahu, gadis itu sangat terluka saat ini karena kenyataan yang ia miliki. Kebutaan nya membuat ia, begitu hancur.



‘’ apapun yang ku lihat selalu saja gelap, apapun tak dapat ku lihat. Bahkan wajah mu davino. Aku selalu berandai, aku mampu melihat dunia ini dengan nyata, dengan warna warna di sekelilingku. Indah nya dunia ini yang tak pernah ku lihat membuat ku bersedih davino. Tapi tidak apa, kini aku sudah memilikimu dan kamu sudah berada didekat mu bahkan dalam kehidupanku. Kini hidupku sudah berwarna karena kehadiranmu disini. Meski aku tak tahu bagaimana wajah orang yang ku cintai. Tetapi aku tetap sangat bahagia karena kau ada disini untukku. Dan masih dengan ku, jangn pernah tinggalkan aku davino jangan biarkan kekosongan itu menghantui dan menemaniku kembali. Aku tidak ingin vino. kebutaan ku ini, sudah cukup menjadi jawaban atas sedih dan hancurnya hatiku. Kegelapan dimana mana. Tidur akan terlihat sangat gelap tetapi bagi mereka yang memiliki mata normal akan berwarna ketika mereka bangun di pagi hari. Berbeda denganku, tidur bahkan bangun pun aku hanya melihat kegelapan .. gelap dan gelap. Aku ingin tahu seperti apa dunia. Seperti apa wajah orang orang disekitarku .. ‘’




‘’ davino maafkan aku atas ketidak sempurnaan ini, ‘’


Kalimat demi kalimat ia katakan padaku, tertusuk hati yang tadi kurasa sangat bahagia. Bagaimana tidak?
Gadis yang ku cintai begitu bersedih ketika tahu dunia nya hanya penuh kegelapan. Banyak harapan yang tersirat didalam dirinya. Tetapi,ia mengatakan bahwa ia sudah merasa sangat bahagia kini ketika aku sudah berada dalam kehidupannya. Seakan, ia mengatakan bahwa kegelepan itu sudah hilang dari hidupnya. Tetapi aku tahu kirei bahwa kebahagiaan itu belum sempurna untukmu.



‘’ Aku tahu kau ingin melihat dunia ini dengan nyata tanpa ada kegelapan yang menyelimuti dirimu. Maafkan aku kirei aku tidak bisa berbuat apapun untukmu. Tetapi akan aku pastikan aku, akan selalu disini untukmu berbagi warna dalam kehidupan mu aku berjanji, kirei.‘’



 air mata davino terjatuh, mengenai tangan kirei. Kirei yang masih dalam pelukan davino langsung tersadar dan melepaskan pelukannya, tangan lembutnya mengenai pipi davino. Kirei menghapus air mata yang berjatuhan, kirei tersenyum pada pria itu ..



‘’ davino, aku tahu kau begitu sedih karena kenyataan ini, tetapi jangan biarkan dirimu larut dalam kesedihan. Davino, jika kesedihan mu karena kebutaan yang kumiliki, ini maka maafkan aku. ‘’


‘’ apa yang kau katakan kirei? Aku menangis karena aku bahagia. Aku menangis bahagia, Karen aku bisa bersamamu saat ini kirei aku sangat bahagia. Jangan salahkan dirimu seperti itu terus . aku bahagia bersamamu. ‘’



‘’ honey, listen to me ‘’



‘’ I love you so much, I don’t care about your shortcomings.
I don’t care. You know I love you without questioning your shortcomings. Then please stop talking about this. Because whatever you lack I will still love you dear. ‘’



Kirei hanya terdiam saat mendengar tutur kata yang davino jelaskan, kirei tak tahu bahwa davino sangat mencintai nya kini. Hingga ia tak mempermasalahkan kekurangan yang kirei miliki dan kirei beruntung ketika tuhan, mempertemukan nya dengan davino.


‘’ thanks god ‘’ batin kirei .


‘’ davino ? ‘’


‘’ iya kirei ‘’ senyumnya


‘’ terimakasih untuk selalu disini, memilihku dengan kekurangan ku yang seperti ini. Terimakasih, aku memang berharap sekali aku mampu melihat dirimu wajahmu But it's impossible for me. Hehe aku tahu, ini kekurangan yang begitu memalukan untukmu. Tetapi aku berharap kau mampu menerima nya ‘’


‘’ kirei, berhentilah membicarakan kekurangan mu. Sudah ku katakan berapa kali aku akan menerima nya. Calm down baby. I always here for you . I promise ‘’


‘’ terimakasih davino ‘’ senyum nya .


‘’ davino aku mencintaimu . ‘’


‘’ Kirei aku mencintaimu juga ‘’




Davino memeluk kirei dengan sangat erat, seakan tidak ingin wanita itu lepas darinya. Kini , kedua nya tersenyum bersama. Terlarut dalam kebahagiaa yang begitu dalam, sedih yang dulu menganggu kehidupan gadis itu kini terhapuskan darinya, kehadiran davino kedalam hidup kirei membawa kebahagiaan untuk kirei. Senyum yang tak pernah bisa kirei lihat dari wajah davino, memang membuatnya masih sangat sedih dan tidak bisa menerima nya. Tetapi kirei sangat bahagia ketika masih ada, pria yang mencintai kekurangan nya. Yang tak semua, pria lain akan mampu menerima nya ketika mengetahui hal itu . dan, kirei sangat beruntung ketika ia bertemu dengan davino, ya! Pria yang begitu sangat mencintai nya kini dan pria yang mampu menerima setiap kekurangan yang ada pada diri kirei .




‘’ davino aku bahagia , terimakasih ‘’ ucap batin kirei . 









Until both are carried away in happiness

- The End -

1 comment:

  1. Wow keren kak. Tapi sedikit saran saja nih ya, tolong penempatan "." dan "," lebih diperhatikan lagi ya.

    Semangat menulis, salam literasi!

    ReplyDelete